Selasa, 15 November 2016

TIPS BERMAIN COC ( CLASH OF CLANS )



Tips yang gue bagikan sih cukup sederhana dan hanya point-point terpenting saja yang akan gue sarankan dalam bermain coc, mungkin kalau yang sudah memainkan gamenya sudah sebulan lebih juga sudah mengerti semua tips dan trik ini, ya karna saya memang mengkhususkan untuk para pemula banget yang baru mencoba Game Coc. 



game clash of clans logo 2


Inti dalam permainan clash of clans adalah bagaimana kita bisa membuat pertahanan kita sekuat mungkin agar tidak ada yang dapat menembus dan membobol resource dan town hall kita, juga bagaimana kita membuat pasukan yang kuat agar mampu membombardir pertahanan lawan dan mengambil resourcenya juga menghancurkan town hallnya. Ya itu saja inti dalam bermain game coc, tapi untuk mewujudkannya kita perlu strategi ampuh dalam membangun benteng maupun pasukan. Dan berikut inilah beberapa tips bermain game Clash of clans untuk para pemula : 



game clash of clans logo 2



1. Jangan menggunakan gem pada hal yang tak penting

Disinilah kesalahan yang paling besar dan yang paling sering para pemula lakukan yaitu membuang-buang gemnya pada sesuatu yang tak perlu, misalnya menggunakan gem hanya untuk membeli shield, atau mempercepat proses saja, itu sama sekali tak penting. Gem itu sangat sulit didapatkan, hanya bisa dibeli atau bisa didapatkan dari achievement dan juga dari nebang pohon yang dapatnya dikit^^. Lalu untuk apakah gem digunakan yang lebih tepatnya? gunakan gem dengan tepat yaitu yang terpenting adalah untuk membeli / membangun builder's hut. Semakin banyak builder maka akan semakin cepat juga akun kita berkembang dan naik level apalagi kalau sudah di level-level menengah hingga atas akan sangat membutuhkan banyak builder untuk membangun dan mengupgrade karna sekali upgrade atau membangun membutuhkan waktu yang sangat lama. Builder yang baik adalah 4 builder, 5 builder lebih bagus lagi jika kamu punya banyak gem^^. 

2. Trophy tak terlalu penting dilevel awal

Tips kedua yaitu jangan terlalu terpacu untuk mendapatkan banyak trophy karna trophy tidak terlalu penting bagi akun pemula malah justru jika lebih sedikit memiliki trophy lebih bagus, karna kita akan dikelompokkan dengan lawan yang lemah. Dalam game coc pemilihan lawan bukan berdasarkan level tapi dikelompokkan berdasarkan banyaknya trophy, Jadi jika trophymu banyak meskipun kamu masih lemah tapi kamu akan dikelompokkan dalam kelompok yang kuat-kuat yang trophynya kurang-lebih senilai denganmu. Jadi untuk diawal lebih baik fokus dalam membangun kekuatan dulu daripada mikirin trophy. Trophy akan sangat mudah didapatkan jika pasukan dan pertahanan kita sudah menjadi kuat. 

3. Jangan menaikkan level Town Hall terlalu cepat

Tips utama yang terakhir adalah sabar dalam mengupgrade level Town Hall akun clash of clans kita. Apa alasannya? alasannya sama seperti halnya tips nomer 2 yang menyuruh untuk tak meningkatkan banyak trophy, Jika kamu telah naik TH (Town Hall) level 4 maka kamu akan lebih sering bertemu dengan musuh yang mempunyai level TH antara 3 - 5 yang memiliki trophy tak jauh beda dengan kita dan tentu saja semakin tinggi level TH kita maka akan semakin kuat juga musuh yang kita hadapi, jadi akan susah menghadapi musuh yang kuat jika akun kita masih belum semua di upgrade, bukan?. Jadi bersabarlah dan jangan pernah tergiur untuk cepat-cepat menaikkan level TH tapi naikkanlah dan upgrade lah pertahanan dan pasukanmu dulu hingga levelnya mentok, baru setelah itu naikkan level THmu. Dan dalam bertahan juga kamu lebih baik melindungi resource (gold, elixir dll) daripada melindungi Town Hallmu karna seperti yang sudah saya bilang di atas bahwa di awal-awal main resource jauh lebih penting dari trophy. 



game clash of clans logo 3


Sip, itu saja tips dari gue riizhu untuk para pemula yang baru mencoba game Clash of clans atau untuk orang yang baru ingin memainkan gamenya, silahkan jika kamu ingin mencoba tips dan triknya download saja langsung via play store dengan kata kunciClash of clans pasti langsung ada^^. Oke itu saja tips bermain game clash of clans untuk pemula dalam postingan kali ini, semoga bisa membantu.


10 TIPS MENJAGA KELUARGA HARMONIS





SIAPA PUN yang telah mengikatkan diri dalam tali pernikahan tentunya menginginkan atmosfer rumah tangga yang harmonis. Maka yang harus dipikirkan pertama kali adalah bagaimana melakukan harmonisasi hubungan suami-istri. Menjaga keharmonisan pasangan suami-istri (pasutri) tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi membutuhkan usaha dan pengorbanan.


Berikut ini adalah sepuluh tips mewujudkan keharmonisan pasutri, sebagaimana ditulis Wafaa‘ Muhammad, dalam kitabnya Kaifa Tushbihina Zaujah Rumansiyyah:


1. Berupaya saling mengenal dan memahami

Perbedaan lingkungan dan kondisi tempat suami atau istri tumbuh sangat berpengaruh dalam pembentukan ragam selera, perilaku, dan sikap yang berlainan pada setiap pihak dari yang lain. Hal itu merupakan kewajiban setiap pasutri untuk memahami keadaan ini dan berusaha mengetahui serta mengenal pihak lain yang menjadi pasangan hidupnya. Mereka juga harus mengetahui semua hal yang berkaitan dengan situasi kehidupan yang mempengaruhi, sehingga dapat maju ke depan dan mewujudkan keharmonisan.


2. Perasaan timbal-balik

Suami dan istri adalah partner dalam satu kehidupan yang direkatkan dalam tali pernikahan; satu ikatan suci yang mempertemukan keduanya. Tak pelak lagi, keduanya harus berbagi suka-duka; membagi kesedihan dan kegembiraan bersama. Keduanya saling berkelindan untuk menyongsong satu cita-cita luhur yaitu mewujudkan tatanan kehidupan berdasarkan aturan Allah dan Rasul-Nya. Untuk memupuk kasih sayang di masing-masing pihak, suami membutuhkan cinta istri, dan istri pun membutuhkan cinta suami.
…Suami dan istri harus berbagi suka-duka, membagi kesedihan dan kegembiraan bersama…


3. Setiap pihak harus hormat

Ketika suami atau istri memasuki rumahnya, maka dia layak mendapatkan penghormatan dan apresiasi dari pasangannya. Hal itu bertujuan untuk menjaga harkat dan mengangkat prestise pasutri, sehingga masing-masing merasa nyaman untuk membangun rumah tangga harmonis. Dalam hal ini, sudah menjadi kewajiban pasutri untuk mencari poin-poin positif yang dimiliki masing-masing untuk digunakan sebagai penopang sikap saling menghormati.


4. Berusaha menyenangkan pasangannya

Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara general, jika seseorang berusaha mengedepankan dan mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri, maka berarti dia telah menanam benih-benih cinta dan kedekatan kepada semua orang di sekelilingnya.
Dengan demikian, setiap pasutri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya. Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri. Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut.


5. Mengatasi persoalan bersama

Pernikahan merupakan bentuk relasi partnership dan partisipasi. Partnership yang berdiri di atas landasan kesamaan tujuan, cita-cita, sikap, intuisi dan perasaan, serta kolaborasi dan solidaritas dalam memecahkan setiap persoalan. Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, maka masalah itu dilihat sebagai suatu kecemasan kolektif.

…Setiap masalah yang timbul dalam kehidupan suami-istri, harus dipandang sebagai suatu kecemasan kolektif…

Paradigma demikian memicu suami agar berusaha bekerja keras dalam rangka memberikan kehidupan mulia bagi istri dan anak-anaknya. Pun demikian, istri akan berusaha menjalankan urusan rumah tangga sesuai prosedur yang disepakati bersama. Upaya yang dilakukan oleh suami dan istri tersebut merupakan solusi untuk memecahkan masalah bersama. Pun demikian, baik suami maupun istri tidak perlu menyembunyikan problemnya, bahkan diperlukan kejujuran dan transparansi demi menumbuhkan benih-benih kepercayaan dan saling pengertian, sehingga mudah menemukan solusi. Bisa jadi, permasalahan memiliki dampak positif untuk meneguhkan ikatan suami-istri.


6. Sikap qana’ah

Di antara tanda keharmonisan cinta pasutri adalah sikap merasa puas dengan yang ada (qana’ah); merasa puas dengan prasarana hidup yang tersedia. Kelanjutan sikap manja, kebiasan hidup serba ada, boros dan berfoya-foya pada masa kecil atau remaja termasuk salah satu faktor yang memicu pertikaian pasutri. Sikap demikian berlawanan dengan kedewasaan yang menuntut pandangan realistis tentang kehidupan. Hal-hal picisan dan glamor yang digembar-gemborkan media publikasi sejatinya tidak akan menciptakan kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejati memancar dari hati dan jiwa terdalam, bukan bertolak dari aspek-aspek materi yang justru memicu kesenjangan dan konflik pasutri.


7. Sikap toleransi kedua belah pihak

Sungguh  sangat tidak logis jika setiap pihak mengharapkan perilaku ideal permanen dari pasangannya dalam hubungan rumah tangga, karena menurut tabiatnya, manusia kadang salah dan benar. Suami atau istri kadang lupa dan khilaf sehingga kerap mengulangi kesalahan serta kekeliruannya. Dia mungkin melakukan kesalahan karena ketidaktahuan, dan mengulanginya tanpa disadarinya. Jika setiap pihak berkeinginan untuk menghukum, menghakimi, atau membalas dendam untuk setiap kesalahan yang dilakukan pasangannya, maka berarti dia merusak fondasi keharmonisan rumah tangga.

…Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman…

Jika kita mencela segala hal, maka kita tidak akan menemukan sesuatu yang tidak kita cela. Melakukan kesalahan adalah hal lumrah yang hanya membutuhkan pelurusan, pengarah, dan petunjuk, yang dibarengi dengan sikap penyesalan dan keinginan untuk berubah lebih baik. Kesalahan tidak perlu diikuti dengan tekanan, cacian, dan intimidasi, terutama jika kesalahan itu tidak berkaitan dengan norma-norma keislaman. Yakinlah bahwa seseorang tidak akan kehabisan cara yang sesuai untuk mengoreksi kesalahan dan penyimpangan pasangannya. Jalan terbaik dalam hal ini adalah nasihat yang tenang dan membuat pasangannya merasa bahwa hal itu adalah untuk kebaikan diri dan keluarganya.


8. Berterus-terang

Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian adalah kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan. Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah bergegas meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menistakan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.


9. Kepedulian dan solidaritas

Bagian fragmen terindah kehidupan rumah tangga adalah kepedulian dan solidaritas yang dilakoni suami atau istri dalam menghadapi kesulitan dengan kesabaran dan perjuangan luar biasa. Tatkala istri berdiri di samping suaminya, maka suami akan merasa kuat dan penuh percaya diri, begitu juga sebaliknya. Ketika istri atau suami merasakan bahwa pasangannya merasa kuat dan percaya diri, maka dia akan merasa jiwanya diliputi kedamaian dan ketenteraman. Sisi ini pada kenyataannya merupakan esensi pernikahan dan integrasi batin di antara kedua belah pihak.


10. Kearifan

Kearifan satu sama lain –hingga pada situasi yang paling suram— membantu meletakkan fondasi kukuh keharmonisan. Bisa jadi, dikarenakan sebuah kesalahan, suami atau istri memiliki kemampuan hebat untuk mencelakai pasangannya, hanya saja kearifan mencegahnya melakukan hal itu. Kearifan memperkokoh semangat kesepahaman di antara keduanya. Atau salah satu pasutri mungkin merasa lebih berhak dalam hal tertentu, namun setelah berpikir ulang tentang hal itu, dia tidak lagi keukeuh mempertahankan pendapatnya yang bisa memicu friksi.

…masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi…

Ketika dia mundur dengan motif kearifan, maka dia berarti melenyapkan aroma konflik dan perselisihan. Namun jika sikap mau menang sendiri dan superioritas negatif menggantikan posisi kearifan, maka kedamaian dan kemapanan kehidupan rumah tangga akan tercederai. Jika demikian, tak heran jika masalah silih berganti menghampiri. Maka, kearifan adalah benteng kokoh yang melindungi keluarga dari disharmonisasi.

Copy righ : berbagai sumber